PAPER WORKSHOP

PAPER WORKSHOP – Sebuah Workshop Tentang Pemahaman Produk Kertas

paper workshop flyer

Beberapa minggu lalu, saya mendapat sebuah selebaran kecil yang bertitel PAPER WORKSHOP. Beneran, baru kali ini saya membaca berkali-kali untuk memastikan titelnya memang PAPER WORKSHOP. Wah, ini bakalan jadi workshop yang menarik, pikir saya, sembari membayangkan bermacam-macam tekstur kertas yang akan diraba nantinya.

Menyudahi imaji “perabaan kertas” saya pun sigap mendaftar sebagai pesertanya, hari itu juga. Dari selebaran kecil itu, bisa dibaca kalau workshop ini merupakan kerjasama produsen kertas Indonesia, Tjiwi Kimia dan toko buku Toga Mas (yang di jl Affandi, Yogyakarta). Syarat mendaftarnya dengan membeli salah satu produk lini Tjiwi Kimia yaitu Inspira senilai Rp 25.000. Sebenarnya cukup sering saya membeli produk Inspira ini, karena produk-produknya berupa buku-buku tulis yang tak bergaris, which I love them so much. Di bagian kanan selebarannya pun temuat kalimat; setiap peserta akan menerima sertifikat dan goodie bag. Okeiii… that’s enough, mengikuti workshop ini merupakan keputusan yang tak bisa digugat.

Hari itu pun tiba, Jumat, 13 Mei 2016, jam 2 siang di Toga Mas Affandi. Setelah kursi peserta mulai terisi penuh, workshop pun dibuka oleh pihak Tjiwi Kimia (pak Dani dan mba Yoanita – mohon maaf kalau saya salah menuliskan nama), sedikit pengantar sejarah produsen kertas ternama ini, dan bermacam-macam produknya. Baru nyadar kalo Tjiwi Kimia mengekspor 70% produknya, sedangkan 30%-nya menguasai pasar kertas Indonesia. Dari workshop ini pun peserta jadi tahu sedikit tentang jenis-jenis produk kertas, seperti uncoated paper, coated paper, specialty paper, dan converting product (seperti stationery, dll.). Whaatt? Well, uncoated paper itu merupakan produk kertas yang tidak memiliki lapisan tambahan, dan jari-jari kita masih bisa meraba dan merasakan pori-pori kertasnya, contohnya seperti kertas HVS. Sedangkan coated paper, merupakan produk kertas yang memiliki lapisan tambahan, kalau diraba terasa licin, terlihat mengkilap dan permukaannya sangat halus sehingga pori-pori kertas tidak terasa karena tertutup oleh lapisan tersebut, contohnya seperti Art Paper (AP), Art Carton (AC), dua jenis kertas ini sangat sering digunakan oleh mahasiswa dan praktisi DKV. Nah, specialty paper, merupakan produk kertas yang memiliki kegunaan khusus, misal sebagai food paper seperti salah satu produk Tjiwi Kimia yang bernama Foopak, drawing paper seperti Ellustra, carbonless paper yang biasa kita lihat di buku nota kontan, dan kraft paper yang biasa digunakan sebagai bahan shopping bag. Mau membahas sedikit nie tentang food paper, Foopak. Kertas Foopak yang diproduksi oleh Tjiwi Kimia ini didesain istimewa dan khusus untuk pembungkus makanan, tintanya yang berbasis kedelai aman untuk kontak dengan makanan. Setelah pemaparan mengenai produk-produk ini usai, banyak peserta yang bertanya, mulai dari produk kertas yang mereka inginkan, proses pembuatan recycled paper Tjiwi Kimia, hingga selintas CSR mereka. Dari jawaban-jawaban yang dilontarkan balik oleh Tjiwi Kimia, saya jadi tahu, bahwa Tjiwi Kimia memiliki produk recycled paper yaitu Exido, dimana kertas-kertas yang digunakan kembali tersebut mengalami deinking process, yaitu proses pengurangan tinta yang ada di kertas. Pasar terbesar untuk produk Exido adalah Jepang, tutur pak Dani dari Tjiwi Kimia. Jepang dikenal sebagai Negara yang mencintai alam dan menganggap serius recycled paper. Kapan ya Indonesia menjadi Negara yang peduli akan recycled paper, karena secara tak langsung itu juga berarti kita peduli akan hutan kita. Intinya, sebagai konsumen, kita sudah seharusnya bijaksana dalam menggunakan kertas, bila ada produk recycled paper, ayok, kita gunakan. Namun memang harus diakui bahwa penggunaan produk non recycled paper tidak bisa dihindari, maka itu mari kita gunakan secukupnya saja. Kertas-kertas yang menumpuk di rumah dan tidak lagi digunakan, disendirikan, bisa dikilo-kan, atau bisa untuk bahan eksperimen membuat bubur kertas sendiri …

Dari peserta workshop yang cukup banyak dan antusias ini, ternyata bisa dibagi menjadi beberapa golongan lho. Secara garis besar sih, mahasiswa dan non mahasiswa (atau umum). Hmm.. tetapi setelah dicermati dari pertanyaan yang mereka lontarkan, jadinya seperti ini, siswa SMA/SMK, mahasiswa (terutama jurusan DKV), pengajar, pelukis, dan praktisi disain. Yah, ini jadi gambaran memang produk kertas sangat menarik bagi kalangan tersebut di atas. Kesukaan kami mungkin sama, meraba kertas dan kertas kosong yang menanti untuk dicorat-coret, atau itu hanya saya ya? Usai sesi tanya-jawab dan kuis, workshop pun ditutup dengan kesimpulan; durasi workshopnya kurang lama, hehe, pengen nanya lebih banyak sih. Tapi, para peserta workshop batal kecewa, sebelum pulang, kami pun mendapat free product dari Inspira, yang ada di meja presentasi. Malu-malu tapi mau peserta workshop pun mengerumuni dan mulai memilih produk yang mereka suka-alias menyikat habis. Tidak hanya itu, sebelum pulang peserta juga dibekali goodie bag (yang berisikan free product lagi!) dan sertifikat, yey!! Tidak sabar menanti PAPER WORKSHOP lagi, terlebih di kampus MSD, karena pemahaman produk kertas ini juga dibutuhkan oleh mahasiswa dan praktisi DKV. Harapan saya sih, mudah-mudahan lebih banyak recycled paper product yang dibawa, hehe.

0 427
Wirastuti

A freelance graphic designer from Yogyakarta, Indonesia.

Leave a Reply